Jumat, 23 Maret 2018

Pelajaran dari Kisah Kehidupan Semut




Semut tidak pernah berhenti sebelum sampai ke tujuan
Binatang selalu mencari makanan sendiri setiap hari. Beda dengan manusia, terkadang kita yang sudah dewasa pun masih tergantung dengan pemberian orangtua atau mertua. Semut selalu berjalan mencari makan walaupun jalannya terkadang terhambat oleh rintangan. Terkadang ada benda yang menghalangi jalannya, dia tidak akan mundur atau berhenti. Semut akan mencari alternatif lain. Bisa memutar, memanjat atau masuk ke dalam lubang. Kita bisa coba sendiri menghalangi jalan semut dengan tangan. Semut akan langsung mencari jalan lain.


Semut selalu “bertegur sapa” ketika bertemu dengan semut lainnya
Coba kita perhatikan semut yang sedang berjalan, ketika bertemu dengan semut lainnya dia akan saling berhadapan dan menempelkan kepalanya. Sepertinya mereka sedang memberi salam dan berjabat tangan. Mereka selalu menjaga silaturahmi dengan sesamanya. Beda dengan manusia. Sebagian besar kita hanya akan bertemu, bertegur sapa dan bersalaman jika ada keperluan saja. Kalo tidak ada kepentingan, tidak akan sengaja datang untuk bertamu. Bahkan terkadang jika ada sedikit masalah antara teman atau saudara, kita sudah tidak mau bertegur sapa.



Semut selalu punya rencana jangka panjang

Semut seringkali menyimpan sebagian makanannya di “gudang”. Mereka tidak serakah dengan memakan semua makanan yang didapatkan dalam sehari. Semut terbiasa menyimpan makanan untuk persediaan jika musim hujan/dingin tiba. Jika musim hujan/dingin datang tentu mereka akan kesulitan mencari makan. Mereka lebih banyak berdiam diri di “rumah”. Tentu mereka tidak akan kelaparan karena sudah menyiapkan bahan makanan cadangan.



https://kelompokdiskusiisl.wixsite.com/mysite/blog/pelajaran-ari-kisah-kehidupan-semut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MTQ Internal Kampus Terpadu Sari Mulia.....COMING SOON!!!

Kelompok Diskusi Islam: Manefestasi Isra' wal Mi'raj dalam Kehidupan

Kelompok Diskusi Islam: Manefestasi Isra' wal Mi'raj dalam Kehidupan