Jumat, 30 Maret 2018

BATU AJAIB DI ZAMAN NABI MUSA





Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dahulu Bani Isra’il biasa mandi dalam keadaan telanjang sehingga mereka pun bisa melihat aurat temannya satu sama lain. Adapun Musa ‘alaihis salam mandi dalam keadaan sendiri. Maka mereka pun berkomentar, ‘Demi Allah, tidak ada yang mencegah Musa untuk mandi bersama-sama dengan kita melainkan pasti karena kemaluannya bengkak (mengidap kelainan).’” Nabi menceritakan, “Maka suatu saat Musa berangkat untuk mandi, lalu dia letakkan pakaiannya di atas sebongkah batu. Tiba-tiba batu itu berlari membawa pergi bajunya.” Nabi berkata, “Maka Musa pun mengejar larinya batu itu seraya berteriak, ‘Hai batu, kembalikan pakaianku! Hai batu, kembalikan pakaianku!’. Sampai akhirnya Bani Isra’il bisa melihat aurat Musa kemudian mereka berkomentar, ‘Demi Allah, ternyata tidak ada -kelainan- apa-apa pada diri Musa’. Maka berhentilah batu itu sampai orang-orang memandanginya.” Nabi berkata, “Kemudian Musa pun mengambil pakaiannya dan mendaratkan pukulan -tongkat-nya kepada batu tersebut.” Abu Hurairah berkata, “Demi Allah, di atas batu itu terdapat enam atau tujuh bekas pukulan -tongkat- Musa.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim [3/146])
Hadits yang agung ini mengandung pelajaran, di antaranya:
  1. Bolehnya mandi dalam keadaan telanjang bulat apabila sedang bersendirian (sepi) dan tidak terlihat orang lain, namun menutup diri itu lebih utama (lihat judul bab hadits ini dalam Syarh Muslim [3/146], lihat juga Shahih Bukhari, Kitab al-Ghusl, hal. 72).
  2. Hadits yang mulia ini menunjukkan keutamaan Nabi Musa ‘alaihis salam yang memiliki sifat pemalu (lihat Shahih Bukhari, Kitab Ahadits al-Anbiya’, hal. 715).
  3. Hadits ini menunjukkan keutamaan sifat malu. Bahkan, rasa malu itu termasuk cabang keimanan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Iman itu terdiri dari tujuh puluh sekian cabang, sedangkan rasa malu adalah salah satu cabang penting keimanan.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, lihat Syarh Muslim [2/87]).
  4. Malu adalah akhlak para Nabi.
  5. Larangan menyakiti para Nabi (lihat Shahih Bukhari, Kitab Tafsir al-Qur’an, hal. 1012).
  6. Wajibnya membenarkan berita yang disampaikan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meskpun tampaknya tidak bisa diterima oleh akal manusia.
  7. Hadits ini menunjukkan betapa besar kekuasaan Allah ta’ala, sehingga Allah bisa membuat batu -benda mati- bisa berlari, meskipun ia tidak punya kaki.
  8. Perintah menutup aurat dan larangan mempertontonkannya di hadapan khalayak.
  9. Tercelanya menyebarkan kabar burung yang tidak jelas kebenarannya (qila wa qola).
  10. Wajibnya mengecek berita (tatsabbut) untuk membuktikan kebenarannya, terlebih lagi jika isinya mengandung kesan negatif (celaan) pada diri orang-orang yang terhormat semacam ulama ataupun umara’.
  11. Islam merupakan agama yang sempurna dan menjunjung tinggi akhlak mulia, sehingga etika mandi pun diajarkan supaya kehormatan diri manusia terjaga.
  12. Islam mengajarkan kebersihan.
  13. Hadits ini menunjukkan disyari’atkannya untuk menyingkap kerancuan pemahaman yang ada di tengah-tengah masyarakat.
  14. Terkadang orang menyangka bahwa suatu musibah yang menimpanya merupakan keburukan baginya, namun sebenarnya ada hikmah yang agung di balik itu semua yang manfaatnya kembali kepada orang itu sendiri.
  15. Bersumpah dengan menyebut nama Allah, bukan dengan nama makhluk.
  16. Tawakal harus disertai dengan melakukan sebab, tidak cukup hanya bersandar kepada Allah.
  17. Boleh membalas kejahatan dengan kekerasan dengan melihat ukuran kejahatannya.

https://kelompokdiskusiisl.wixsite.com/mysite/blog/batu-ajaib-di-zaman-nabi-musa


Peradaban Islam Kembangkan Ilmu Farmasi


Agung Sasongko






Peradaban Islam dikenal karena perkembangan ilmu pengetahuan, salah satunya adalah farmasi. Ilmu tentang obat-obatan ini menjadi acuan perkembangan kedokteran di Berbagai peradaban. Dengan menguasai tradisi farmasi dan kedokteran, kesehatan masyarakat menjadi lebih baik.
Banyak orang terlindungi dari serangan penyakit dan ancaman kesehatan. Islam merupakan peradaban yang sangat memperhatikan perkembangan farmasi. Berikut adalah tiga hal yang menjadi penyebab perkembangan tradisi keilmuan tersebut.
Perkembangan farmasi dalam peradaban Islam tak lepas dari temuan dan kajian ilmu Kimia oleh para ilmuwan Muslim. Eksperimen kimia membuah kan hasil berupa obat-obatan yang menjadi penyembuh berbagai penyakit.
Kajian tersebut di antaranya dilaku kan oleh al-Kindi dan az-Zahrawi. Keduanya dikenal sebagai orang yang getol mengkaji perkembangan ilmu tersebut dari peradaban Yunani. Mereka juga cukup fokus dalam melakukan penelitian Kimia dengan tujuan menemukan obat (M Levey: 1973). 

https://kelompokdiskusiisl.wixsite.com/mysite/blog/batu-ajaib-di-zaman-nabi-musa

Jumat, 23 Maret 2018

Melacak Jejak Islam di Negeri Koboi




REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam seratus tahun terakhir, populasi Muslim di Amerika Serikat telah meningkat. Sebagain besar pertumbuhan ini didorong oleh adanya imigran dari Timur Tengah. Pada 2005, banyak orang dari negara-negara Islam menjadi penduduk Amerika--hampir 96.000-setiap tahun dibandingkan dua dekade sebelumnya. Muslim dari Timur Tengah agaknya punya sejarah tersendiri dalam keberadaan Muslim di negeri itu. Kebanyakan peneliti di Amerika lebih memfokuskan pada kedatangan imigran dari Timur Tengah pada abad ke-19 dalam mempelajari kedatangan Muslim di Amerika. Tapi, situs itu mencatat bahwa sejarah Islam di Amerika bermula sekitar abad ke-16, di mana Estevánico dari Azamor adalah Muslim pertama yang tercatat dalam sejarah Amerika Utara. Sejumlah sejarawan punya catatan lain soal ini. Mereka menemukan fakta bahwa Islam masuk ke Amerika jauh sebelum Christopher Columbus menemukan benua yang disebutnya sebagai The New World itu pada 21 Oktober 1492. Fakta yang ditemukan para sejarawan menunjukkan bahwa penjelajah Muslim telah menginjakkan kaki dan menyebarkan Islam di benua itu lebih dari setengah milenium sebelum Columbus. Secara historis, umat Islam telah memberi kontribusi dalam ilmu pengetahuan, seni, serta kemanusiaan di Benua Amerika. Fareed H Numan dalam American Muslim History A Chronological Observation menyatakan, tidak perlu diragukan lagi, kaum Muslim telah memberi pengaruh dalam evolusi masyarakat Amerika beberapa abad sebelum Christopher Columbus menginjakkan kakinya di benua itu. Sejarah mencatat bahwa Muslim dari Afrika telah menjalin hubungan dengan penduduk asli Benua Amerika jauh sebelum penjelajah berkebangsaan Prancis itu datang ke sana. Penemuan Fareed rupanya sejalan dengan pembuktian yang diperoleh Ivan Van Sertima, sejarawan lainnya. Dalam karyanya They Came Before Columbus, Sertima membuktikan adanya kontak antara Muslim Afrika dan orang Amerika asli. Dalam karyanya yang lain African Presence in Early America, Sertima menemukan fakta bahwa para pedagang Muslim dari Arab juga sangat aktif berniaga dengan masyarakat yang tinggal di Amerika. Sertima menuturkan, saat menginjakkan kaki di Benua Amerika, Columbus pun mengungkapkan kekagumannya kepada orang Karibia yang sudah beragama Islam. "Columbus juga tahu bahwa Muslim dari Pantai Barat Afrika telah tinggal lebih dulu di Karibia, Amerika Tengah, Selatan, dan Utara," papar Van Sertima. Umat Islam yang awalnya berdagang telah membangun komunitas di wilayah itu dengan menikahi penduduk asli. Kata Sertima, "Columbus mengaku melihat sebuah masjid saat berlayar melalui Gibara di Pantai Kuba." Selain itu, Columbus juga telah menyaksikan bangunan masjid berdiri megah di Kuba, Meksiko, Texas, serta Nevada. Itulah bukti nyata bahwa Islam telah menyemai peradabannya di Benua Amerika, jauh sebelum Barat tiba. Fakta lainnya diungkapkan Dr Barry Fell, seorang arkeolog dan ahli bahasa dari Universitas Harvard. Dalam karyanya berjudul Saga America, Fell menyebutkan bahwa umat Islam tak hanya tiba sebelum Columbus di Amerika, namun juga telah membangun sebuah peradaban di benua itu. Fell menemukan fakta yang sangat mengejutkan. Menurut dia, bahasa yang digunakan orang Pima di Barat Daya dan bahasa Algonquina memiliki perbendaharaan kata yang banyak berasal dari bahasa Arab. Arkeolog itu juga menemukan tulisan tua Islami di beberapa tempat, seperti di California.
Jejak Islam masa silam di Amerika dapat juga ditelusuri dari nama tempat dan kota di negeri itu yang berakar dari bahasa Arab. Di Los Angeles, misalnya, ada kawasan bernama Alhambra, persis nama istana yang dibangun peradaban Islam di Cordoba. Di wilayah itu, ada teluk bernama El Morro dan Alamitos dan juga beberapa tempat bernama Andalusia, Attilla, Alla, Aladdin, Albany, Alcazar, Alameda, Alomar, Almazor, atau La Habra. Tidak hanya di Los Angeles. Di Illinois, ada nama bernuansa Islami, seperti Albany, Andalusia, Lebanin, dan Tullahoma. Bahkan, di Washington, ada kota bernama Salem. Di Benua Amerika, terdapat sederet nama pulau yang berakar dari bahasa peradaban Islam, seperti Pulau Grenada, Barbados, Bahama, serta Nassau. Di kawasan Amerika Selatan, ada nama kota-kota Cordoba di Argentina, Alcantara di Brazil, serta Bahia di Brazil dan Argentina. Ada pula nama Pegunungan Absarooka yang terletak di pantai barat.
Sumber : Islam Digest Republika
https://kelompokdiskusiisl.wixsite.com/mysite/blog/melacak-jejak-islam-di-negeri-koboi
Pelajaran dari Kisah Kehidupan Semut




Semut tidak pernah berhenti sebelum sampai ke tujuan
Binatang selalu mencari makanan sendiri setiap hari. Beda dengan manusia, terkadang kita yang sudah dewasa pun masih tergantung dengan pemberian orangtua atau mertua. Semut selalu berjalan mencari makan walaupun jalannya terkadang terhambat oleh rintangan. Terkadang ada benda yang menghalangi jalannya, dia tidak akan mundur atau berhenti. Semut akan mencari alternatif lain. Bisa memutar, memanjat atau masuk ke dalam lubang. Kita bisa coba sendiri menghalangi jalan semut dengan tangan. Semut akan langsung mencari jalan lain.


Semut selalu “bertegur sapa” ketika bertemu dengan semut lainnya
Coba kita perhatikan semut yang sedang berjalan, ketika bertemu dengan semut lainnya dia akan saling berhadapan dan menempelkan kepalanya. Sepertinya mereka sedang memberi salam dan berjabat tangan. Mereka selalu menjaga silaturahmi dengan sesamanya. Beda dengan manusia. Sebagian besar kita hanya akan bertemu, bertegur sapa dan bersalaman jika ada keperluan saja. Kalo tidak ada kepentingan, tidak akan sengaja datang untuk bertamu. Bahkan terkadang jika ada sedikit masalah antara teman atau saudara, kita sudah tidak mau bertegur sapa.



Semut selalu punya rencana jangka panjang

Semut seringkali menyimpan sebagian makanannya di “gudang”. Mereka tidak serakah dengan memakan semua makanan yang didapatkan dalam sehari. Semut terbiasa menyimpan makanan untuk persediaan jika musim hujan/dingin tiba. Jika musim hujan/dingin datang tentu mereka akan kesulitan mencari makan. Mereka lebih banyak berdiam diri di “rumah”. Tentu mereka tidak akan kelaparan karena sudah menyiapkan bahan makanan cadangan.



https://kelompokdiskusiisl.wixsite.com/mysite/blog/pelajaran-ari-kisah-kehidupan-semut

MTQ Internal Kampus Terpadu Sari Mulia.....COMING SOON!!!

Kelompok Diskusi Islam: Manefestasi Isra' wal Mi'raj dalam Kehidupan

Kelompok Diskusi Islam: Manefestasi Isra' wal Mi'raj dalam Kehidupan