Senin, 09 April 2018
Manefestasi Isra' wal Mi'raj dalam Kehidupan
https://kelompokdiskusiisl.wixsite.com/mysite/blog/manefestasi-isra-wal-mi-raj-dalam-kehidupan


سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.” (Qs. Al-Isra:1)
Perjalanan Isra' Mi'raj nabi Muhammad S.A.W akan menjadi cerita yang melegenda hingga akhir zaman. Setiap bulan rajab tiba, hampir setiap mesjid, langgar, mushalla atau surau dan di rumah melaksakan peringatan bersejarah tersebut. Perjalanan yang dialami Rasulullah S.A.W merupakan perkara yang luar biasa dan sulit dinalar dengan logika. Peristiwa ini menjadi ujian bagi orang-orang beriman pada masa itu. Ada yang bertambah keimanannya dan ada juga menjadi murtad karna hanya mengandalkan logika untuk menalar peristiwa Isra' wal Mi'raj. Abu Bakar misalnya adalah orang yang pertama membenarkan peristiwa tersebut. Beliau membenarkannya karna tidak hanya mengandalkan logika tapi juga dengan keimanan. Bahkan terucap dari lisan beliau" Jika yang berkata demikian itu adalah Muhammad bin Abdullah, maka yang lebih aneh dari itu pun aku percaya, karena sesungguhnya Muhammad itu tidak pernah berbohong".
Berkaca dengan pendirian seorang Abu Bakar, bagaimana dengan keimana kita? Apa manefestasi dari wujud keimanan kita dengan peristiwa besar tersebut? Hemat penulis, salah satu wujud keimanan kita adalah dengan selalu meningkatkan amal ibadah kita kepada Allah SWT. Misalnya shalat 5 waktu sudah mampu kita penuhi maka untuk selanjutnya kita harus meningkatkan ibadah shalat dengan mengerjakan yang sunat. Misalnya puasa wajib sudah mampu kita laksanakan maka selanjutnya kita juga harus mampu menambah ibadah puasa sunah. Jika segala ibadah kita selalu ada peningkatan tiap tahun bahkan tiap hari maka kita termasuk kategori orang yang beruntung. Jika Ibadah kita sama saja dengan hari-hari biasa atau sama dengan tahun-tahun sebelumnya maka kita termasuk kategori orang yang rugi. Jika ibadah kita mengalami penurunan dari hari-hari atau tahun sebelumnya maka kita termasuk kategori orang yang bangkrut.
Coba kita mulai merenungi kemana waktu kita habis. Anggaplah kita berusia seperti rasulullah SAW, yaitu 63 Tahun. Jika kita tidur dalam sehari adalah 8 jam maka 1/3 waktu kita habis untuk tidur, yaitu selama 21 tahun. Jika kita bekerja habis 8 jam dalam sehari maka 1/3 hidup kita habis untuk bekerja, yaitu salama 21 tahun. Jika kita nonton TV sehari adalah 3 jam maka 1/8 hidup kita habis di depan TV, yaitu selama 7.9 Tahun. Jika kita sibuk lihat sosmed dalam sehari adalah 2 jam, maka 1/12 hidup kita habis untuk update status atau baca status teman, yaitu selama 5 Tahun. Jika kita makan dalam sehari semalam adalah 1 jama, maka 1/24 hidup kita habis buat makan, yaitu selama 2.6 Tahun. Coba kita total, tidur 21 tahun + Bekerja 21 Tahun + Nonton TV 7.9 Tahun + Liat Sosmed 5 tahun + makan 2.6 Tahun = 57.5 tahun. Selama 57.5 tahun habis tanpa ibadah kepada Allah SWT dan sisanya tinggal 5.5 tahun. Apakah 5.5 tahun habis untuk beribadah??? ternyata tidak saudaraku. Shalat Wajib 5 waktu paling lama dilaksanakan 5 menit/shalat maka ada 25 menit yang diluangkan untuk menunaikannya. Jika dibulatkan 30 menit maka 1/48 waktu kita habis untuk shalat 5 waktu, yaitu selama 1.3 tahun. Mengaji dalam sehari adalah 30 menit maka 1/48 hidup kita digunakan untuk mengaji, yaitu 1.3 tahun. Sisanya 2.4 tahun untuk kegiatan yang lainnya. Betapa mirisnya jika ini terjadi pada diri kita, waktu beribadah selama 63 tahun lebih sedikit daripada makan, liat sosmed, nonton TV, bekerja dan tidur. Ayo kita hisab diri kit sebelum datang waktu penghisaban.
Langganan:
Postingan (Atom)
MTQ Internal Kampus Terpadu Sari Mulia.....COMING SOON!!!
Kelompok Diskusi Islam: Manefestasi Isra' wal Mi'raj dalam Kehidupan
Kelompok Diskusi Islam: Manefestasi Isra' wal Mi'raj dalam Kehidupan
-
Melacak Jejak Islam di Negeri Koboi REPUBLIKA.CO.ID , JAKARTA -- Dalam seratus tahun terakhir, populasi Muslim di ...
-
https://kelompokdiskusiisl.wixsite.com/mysite/blog/manefestasi-isra-wal-mi-raj-dalam-kehidupan سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلً...
-
Kelompok Diskusi Islam: Alqura'n Membuka Jalan untuk Ilmu Pengetahuan